Jumpa lagi dengan admin , sebelumnya saya minta maaf belum bisa memposting Pembahasan soal OSK Kimia 2015 dikarenakan ada UAS nih. Oke, sebagai gantinya saya akan menyediakan sedikit artikel mengenai ilmuwan nih... hehehe . siapa yang pingin jadi Ilmuwan??? 


     Seorang guru besar matematika di Fakultas Pertanian Bogor pada pertengahan tahun-tahun 50-an tersesat di bandung dengan dua orang guru besar lainnya. Ketinganya bangsa Belanda dan tidak dapat berbahasa Indonesia, apa lagi berbahasa Sunda. Untuk menanyakan arah yang benar kepada orang di tepi jalan dengan demikian bukanlah pekerjaan mudah. Karena itu terdiam sebentar sang guru besar matematika itu bertanya kepada kedua orang rekannya, apakah mereka tahu bagaimana bentuk denah kota Bandung. kalau bentuknya memanjang, ada gunanya untuk mencoba-coba sendiri menemukan jalan yang benar, sebab kalau setelah menempuh satu arah tempat yang dituju tidak ditemukan juga, pasti arah yang benar adalah arah kebalikannya. lain halnya kalau bentuk  Bandung bundar seperti lingkaran. kalau diketahui kemudian nahwa arah yang ditempuh salah, masih banyak lagi arah-arah yang lain yang harus di coba.Dalam hal seperti ini katanya lebih baik berusaha bertanya kepada orang di tepi jalan walaupun harus dengan menggunakan bahasa Tarzan. Sang guru besar matematika itu telah berusaha berpegang pada prinsip pengambilan keputusan secara kuantitatif dengan menggunakan apa yang disebut sebagai fungsi kerugian. kalau peluang menempuh arah yang salah sama dengan setengah, seperti pada kasus kota yang bentuknya memanjang, lebih baik mengambil resiko berbuat salah dengan menempuh arah yang salah daripada berusaha menerangkan dengan bahasa Tarzan apa yang ingin diketahui dari orang ditepi jalan tentang arah tujuan yang benar. kebalikannya, kalau kota bandung berbentuk melingkar, peluang menemukan arah yang benar dengan cara coba-coba sangat kecil sehinnga kerugian karena kemubaziran membuang waktu menjadi besar. pada keadaan seperti itu lebih menguntungkan mencoba bertanya-tanya dengan bahasa Tarzan kepada orang yang sedang duduk-duduk di tepi jalan. yang dianggap aneh oleh orang awam itu dengan demikian sebenarnya hanyalah ketaatazasannya menerapkan prinsip ilmiah yang dianutnya terhadap permasalahan yang dihadapinya sehari-hari.


     Dengan demikian di dalam kamus perilaku seorang ilmuwan sejati tidak akan ada tindakannya yang akan dilakukannya bertentangan dengan pengetahuan yang telah dihayatinya. apabila ada misalnya seorang ilmuwan fisika, ia tidak akan mengebut dengan kendaraannya di jalan tol Manyar dengan kecepatan 200 km/jam membuntuti sebuah bus dua meter dibelakang ekornya. pengetahuannya tentang kinematika akan mengetakan kepadanya bahwa pada kecepatan seperti itu ia tidak mungkin mempunyai waktu cukup untuk melambatkan laju kendaraanya apabila bus di depannya tiba-tiba menghadapi suatu hambatan.


       banyak orang yang mengemudi mobil yang bagus dan baru selalu mengekor di belakang kendaraan lain dengan kecepatan tinggi itu di jalan Tol manyar. banyak pula diantara mereka itu yang menguasai fisika dengan baik, tetapi tidak menerapkannya seewaktu mengemudi orang Awam tidak menganggap mereka aneh bahkan menilai mereka itu sebagai pemberani. akan tetapi, dari segi perilaku  mereka tidak dapat digolongkan sebagai seorang ilmuwan sejati walaupun misalnya mereka itu bergelar sarjana dalam bidang pengetahuan alam.


          Demikian sedikit penjabaran mengenai beberapa tingkah laku seorang ilmuwan. Seorang ilmuwan selalu memegang prinsip mereka serta selalu melandaskan dengan fakta yang benar ketika mengemukakan hasil pengamaannya..  semoga artikel yang sedikit diatas menambah pengetahuan kita tentang tingkah laku ilmuwan... sayonara kawan.....



Image result for ilmuwan dunia
Bagi yang penasaran mengenai soal OSK Kimia 2015 berikut soalnya (essay)




Soal 1. (23 poin)
Suatu senyawa organik hanya mengandung karbon, hidrogen dan sulfur. Sampel senyawa organik tersebut dengan massa 1,045 g dibakar dalam oksigen menghasilkan gas CO2, H2O dan SO2. Gas-gas tersebut dialirkan ke dalam 500 mL larutan KMnO4 0,0200 M yang diasamkan, sehingga menyebabkan gas SO2 teroksidasi menjadi spesi SO42-. Hanya sebagian dari KMnO4 tersebut yang tereduksi menjadi Mn2+.
Selanjutnya, sebanyak 50 mL larutan SnCl2 0,0300 M ditambahkan ke dalam 50 mL larutan sebelumnya yang masih mengandung KMnO4 yang belum tereduksi. SnCl2 yang digunakan berlebih sehingga dapat mereduksi semua KMnO4 yang masih tersisa menjadi Mn2+. Kelebihan Sn2+ yang masih tersisa dalam larutan kemudian dioksidasi menjadi Sn4+ dengan cara dititrasi oleh 27,28 mL larutan KMnO4 0,0100 M untuk mencapai titik akhir titrasi.
Kandungan gas CO2 dan H2O yang dihasilkan dari proses pembakaran sampel senyawa organik tersebut setelah dianalisis adalah 1,660 g CO2 dan 0,4590 g H2O.
a. Tuliskan persamaan reaksi yang setara untuk reaksi oksidasi gas SO2 oleh KMnO4. (2 poin)
b. Tuliskan persamaan reaksi yang setara untuk reaksi dalam titrasi Sn2+ oleh KMnO4. (2poin)
c. Hitung mol Sn2+ yang bereaksi dalam tahap mereduksi semua sisa KMnO4 menjadi Mn2+. (3poin)
d. Hitung mol KMnO4 yang bereaksi dalam tahap oksidasi gas SO2 menjadi SO3. (4poin)
e. Hitung massa SO2 yang dihasilkan dari reaksi pembakaran sampel senyawa organik tersebut. (3poin)
f. Hitung persentase sulfur (%S) dalam sampel senyawa organik tersebut. (3poin)
g. Tentukan rumus empiris senyawa organik tersebut. (3poin)
Dalam analisis spektometri massa diketahui sampel senyawa organik tersebut memiliki massa molekul 247,98. Tentukan rumus molekul senyawa tersebut.

Soal 2. ( 26 poin)
Kalium superoksida, barium peroksida dan titanium dioksida adalah oksida yang memiliki rumus empiris yang sama, yaitu setiap atom logam bergabung dengan 2 atom oksigen.
a. Tuliskan rumus oksigen yang ada pada titanium dioksida, gambarkan struktur Lewisnya dan tentukan bilangan oksidasi titan pada senyawa tersebut. (4 poin)
b. Tuliskan rumus oksigen yang ada pada barium peroksida, gambarkan struktur Lewisnya dan jelaskan ikatan yang terbentuk di antara kedua atom oksigen. (5 poin)
c. Tuliskan rumus oksigen yang terdapat pada kalium superoksida, hitung jumlah elektron terluar yang terdapat pada oksigen dalam kalium superoksida dan gambarkan struktur Lewis serta resonansinya. (6 poin)
d. Dari ketiga senyawa tersebut, oksida mana yang dapat larut dalam air? Tuliskan persamaan reaksinya dan jelaskan pH larutan yang dihasilkan. (6 poin)
e. Jika 7,39 kg Titanium dioksida bereaksi dengan karbon berlebih dan gas klorin membentuk 14,24 kg titanium tetraklorida. Tuliskan persamaan reaksinya dan hitung persen rendemen hasil sintesis tersebut. (5 poin)

Soal 3 (12 poin)
Suatu padatan A dipanaskan dalam wadah tertutup. Pada suhu T, padatan A tersebut terurai membentuk gas B dan gas C. Penguraian A tersebut mencapai keadaan kesetimbangan pada saat perbandingan molar B : molar C = 1 : 2 , menurut persamaan :
A(s)  B(g) + 2C(g).
a. (i) Tuliskan persamaan tetapan kesetimbangan, Kp dalam tekanan gas parsial. (2 poin)
(ii) Jelaskan dengan singkat mengapa persamaan ini tidak melibatkan A. (3 poin)
b. Tekanan kesetimbangan untuk sistem di atas pada suhu T adalah 3x103 kPa.
(i) Hitung tekanan parsial masing-masing komponen. (4 poin)
(ii) Tentukan nilai Kp lengkap dengan satuannya. (3 poin)

Soal 4 (20 poin)
Tersedia 5 buah botol berlabel A, B, C, D dan E masing-masing berisi garam tunggal berupa padatan berwarna putih. Semua padatan tersebut mengandung unsur-unsur golongan utama (non-transisi). Semua zat tersebut dapat larut dalam air menghasilkan larutan jernih tidak berwarna.
Dari percobaan yang dilakukan, diperoleh data berikut ini:

Larutan E dapat mengubah warna lakmus biru menjadi merah, larutan D dapat mengubah warna lakmus merah menjadi biru.
Larutan A bereaksi dengan larutan E membentuk endapan putih yang sangat halus.
Larutan A bereaksi dengan larutan B membentuk endapan berwarna putih yang larut dalam air panas.
Larutan B bereaksi dengan larutan C membentuk endapan kuning.
Larutan B bereaksi dengan larutan D membentuk endapan berwarna hitam.
Larutan C dicampur dengan larutan D dan larutan E tidak menghasilkan endapan
Padatan E bereaksi dengan basa kuat membentuk gas yang berbau khas dan mengubah lakmus merah basah menjadi biru.
Test nyala untuk larutan C dan D menunjukkan warna kuning
Dari data tersebut, perkirakan senyawa kimia yang mungkin dari senyawa A, B, C, D dan E. Buktikan dengan persamaan reaksi selengkapnya. (20 poin)

Soal 5. (22 poin)
Cyanidin (Cy) adalah pigmen organik alamiah yang terdapat dalam buah blackberry, redberry, anggur, ceri, dan lain lain. Cyanidin mempunyai warna ungu kemerah-merahan, dan dapat berubah warna seiring dengan perubahan pH. Dalam larutan, pada pH rendah, cyanidin (Cy) berada sebagai CyH+, yang berwarna merah, sedangkan pada pH tinggi berada sebagai Cy yang berwarna ungu.
CyH+  Cy + H+
Merah ungu
a. Tuliskan persamaan untuk tetapan dissosiasi asam, Ka dari CyH+. (2 poin)
b. Dalam suatu buffer pH = 5,00, rasio dari bentuk merah ke bentuk ungu adalah 1 : 5. Hitunglah nilai Ka. (4 poin)
c. Hitunglah rasio bentuk merah terhadap bentuk ungu dalam buffer jus buah pada pH = 3,00, dan perkirakanlah warnanya. (5 poin)
Jus buah sering diawetkan dengan penambahan sedikit sulfur dioksida yang mengkibatkan terjadinya reaksi, dan menghasilkan senyawa tambahan yang tidak berwarna. Untuk perubahan warna merah menjadi tidak berwarna digambarkan dengan reaksi berikut:
CyH+ + SO2 + H2O  CySO2H2+ H+ (1)
Merah tak-berwarna
Bila sulfur dioksida secukupnya ditambahkan ke buffer jus buah pada pH = 3,00 menghasilkan konsentrasi kesetimbangan, [SO2], 1,0 x 10-2 M, dan intensitas warna merah berkurang sepersepuluh dari nilai intensitas awalnya.
d. Tuliskan persamaan tetapan kesetimbangan reaksi (1) dan pakailah data yang tersedia untuk menghitung nilainya. (11 poin)

Monggo corat-coret di komentar bagi yang bisa menjawab soal diatas.... habis postingan ini saya mau memposting pembahasan.

 

TAHAP PERSIAPAN
I. PERSIAPAN PENULISAN KARYA ILMIAH
A.    LANGKAH-LANGKAH PERSIAPAN PENULISAN KARYA ILMIAH
Pada dasarnya, hal terpenting yang harus dipikirkan oleh seorang penulis karya ilmiah pada tahap persiapan ini adalah Pemilihan Topik. Yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan topik adalah :
a.       Pemilihan Topik/ Masalah untuk Karya Ilmiah
Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan pada saat menentukan topik untuk karya ilmiah. Dalam penulisannya harus mengikuti kaidah kebenaran isi, metode kajian, serta tata cara penulisannya yang bersifat keilmuan. Salah satu cara untuk memenuhi kaidah tersebut adalah dengan melakukan pemilihan topik yang jelas dan spesifik. Pemilihan unuk kerya tulis ilmiah dapat dilakukan dengan cara;
b.      Merumuskan tujuan
Rumusan tujuan yang jelas dan tepat menjadi sangat penting untuk dapat menghasilkan karya tulis ilmiah yang terfokus bahasannya. Tips yang dapat dilakukan untuk merumuskan tujuan diantaranya;
1)    Usahakan merumuskan tujuan dalam satu kalimat yang sederhana;
2)   Ajukan pertanyaan dengan menggunakan salah satu kata tanya terhadap rumusan yang kita buat;
3)   Jika kita dapat menjawab dengan pasti pertanyaan-pertanyaan yang kita ajukan, berarti rumusan tujuan yang kita buat sudah cukup jelas dan tepat.
B.   Menentukan Topik
Langkah pertama yang harus dilakukan dalam menentukan topik adalah menentukan ide-ide utama. Kemudian uji dan tanya pada diri sendiri apakah ide-ide itu yang akan kita tulis.
c.    Menelusuri Topik
Bila topik telah ditentukan, kita masih harus memfokuskan topik tersebut agar dalam penulisannya tepat sasaran. Beberapa langkah yang dapat ditempuh dalam memfokuskan topik;
1)    Fokuskan topik agar mudah dikelola;
2)    Ajukan pertanyaan


Mengidentifikasi Pembaca Karya Ilmiah
Kewajiban seorang penulis karya ilmiah adalah memuaskan kebutuhan pembacanya akan informasi, yaitu dengan cara menyampaikan pesan yang ditulisnya agar mudah dipahami oleh pembacanya. Sebelum menulis, kita harus mengidentifikasi siapa kira-kira yang akan membaca tulisan kita. Hal tersebut perlu dipertimbangkan pada saat kita menulis karya tulis ilmiah agar tulisan kita tepat sasaran.
Menentukan Cakupan Isi Materi Karya Ilmiah
Cakupan materi adalah jenis dan jumlah informasi yang akan disajikan di dalam tulisan.
II. PENGUMPULAN INFORMASI UNTUK PENULISAN KARYA ILMIAH
A.    MEMANFAATKAN PERPUSTAKAAN SEBAGAI SUMBER DATA, INFORMASI, DAN BAHAN UNTUK TULISAN
Perpustakaan pada umumnya menyediakan berbagai koleksi data atau informasi yang terekam dalam berbagai bentuk media, seperti media cetak dan media audiovisual. Hal pertama yang harus kita lakukan pada saat memasuki perpustakaan adalah memahami di mana letak sumber informasi yang dibutuhkan berada. Salah satu tempat yang patut kita tuju adalah bagian referensi. Bagian referensi ini biasannya berisi koleksi tentang encyclopedia, indeks, bibliografi, atlas dan kamus.
1.    Mencari Buku dengan Online Catalog dan Card Catalog
Pencarian buku dengan cara Online Catalog biasanya menggunakan terminal komputer. Kita dapat mencari buku dengan judul dan nama penulis yang jelas atau minta kepada komputer untuk mencarikan file-file yang berkaitan dengan topik yang sedang kita tulis.
Selain menggunakan komputer, kita juga dapat menggunakan Card Catalog untuk mencari buku atau artikel yang kita butuhkan. Pada umumnya, buku koleksi perpustakaan didata dalam 3 (tiga) jenis kartu katalog, yaitu katalog yang berisi data tentang pengarang/ penulis, judul buku dan subjek/ topik tertentu.
               2.    Memeriksa Bahan-Bahan Pustaka yang Telah Diperoleh
Setelah bahan pustaka terkumpul kita harus memeriksa bahan-bahan tersebut apakah sesuai atau tidak dengan topik yang kita tulis. Cara memeriksa bahan pustaka tersebut adalah;
a.    Atur waktu membaca
b.    Bacalah secara selektif
c.    Bacalah secara bertanggung jawab

d.    Bacalah secara kritis
                3.    Membuat Catatan dari Bahan-bahan Pustaka
Salah satu cara terbaik dan paling sederhana dalam membuat catatan ini adalah selalu mengacu pada kartu indeks yang telah kita buat.
               4.    Membuat Ringkasan dan ‘Paraphrasing’
Disamping membuat catatan, kita pun dapat membuat ringkasan atau paraphrasing dari sumber  bacaan yang kita dapatkan di dalam menunjang keberhasilan proyek tulisan kita.
5.    Membuat Kutipan
Kita harus mengutip dengan persis dan apa adanya pernyataan dari sumber bacaan yang kita gunakan jika pernyataan tersebut merupakan pandangan mendasar dari penulis dan jika kita ubah ke dalam bahasa kita sendiri akan mengaburkan arti sesungguhnya.
B.    MELAKUKAN WAWANCARA UNTUK MENDAPATKAN INFORMASI UNTUK TULISAN
Ada empat hal yang harus diperhatikan pada saat akan melakukan wawancara untuk keperluan proyek penulisan karya ilmiah, yaitu;
1.    Menentukan orang yang tepat untuk diwawancarai
2.    Mempersiapkan pedoman wawancara
3.    Melaksanakan wawancara
4.    Mengolah hasil wawancara

TAHAP PROSES PENULISAN
Tahap Penulisan merupakan perwujudan tahap persiapan ditambah dengan pembahasan yang dilakukan selama dan setelah penulisan selesai.
Tahap Pra Penulisan
1.  Pemilihan dan pembatasan topik
2.  Merumuskan tujuan
3.  Mempertimbangkan bentuk karangan
4.  Mempertimbangkan pembaca
5.  Mengumpulkan data pendukung
6.  Merumuskan judul
7.  Merumuskan tesis
8.  Penyusunan ide dalam bentuk karangan atau outline
Pemilihan Topik
# Apa yang akan kita tulis?
#  Topik dapat diperoleh dari berbagai sumber.
#  Empat syarat: keterkuasaian, ketersediaan bahan, kemenarikan, kemanfaatan.
#  Agar lebih fokus, topik perlu dibatasi.
Tahap Penulisan Draf
-          Mengekspresikan ide-ide ke dalam tulisan kasar.
-          Pengembangan ide masih bersifat tentatif.
-          Pada tahap ini, konsentrasikan perhatian pada ekspresi/gagasan, bukan pada aspek-aspek  mekanik.
Tahap Revisi
-          Memperbaiki ide-ide dalam karangan, berfokus pada penambahan, pengurangan, penghilangan, penataan isi sesuai dengan kebutuhan pembaca.
-          Kegiatan: (a) membaca ulang seluruh draf, (b) sharing atau berbagi pengalaman tentang draf kasar karangan dengan teman, (c) merevisi dengan memperhatikan reaksi, komentar/masukan.
Tahap Penyuntingan
-          Memperbaiki perubahan-perubahan aspek mekanik karangan.
-          Memperbaiki karangan pada aspek kebahasaan dan kesalahan mekanik yang lain.
-          Aspek mekanik antara lain: huruf kapital, ejaan, struktur kalimat, tanda baca, istilah, kosakata, format karangan.
Tahap Publikasi
-          Tulisan akan berarti dan lebih bermanfaat jika dibaca orang lain.
-          Sesuaikan tulisan dengan media publikasi yang akan kita tuju.
TAHAP EVALUASI
Tahap terakhir yaitu verifikasi atau evaluasi, apa yang dituliskan sebagai hasil dari tahap iluminasi itu diperiksa kembali, diseleksi, dan disusun sesuai dengan fokus tulisan. Mungkin ada bagian yang tidak perlu dituliskan, atau ada hal-hal yang perlu ditambahkan, dan lain-lain. Mungkin juga ada bagian yang mengandung hal-hal yang peka, sehingga perlu dipilih kata-kata atau kalimat yang lebih sesuai, tanpa menghilangkan esensinya.

Ada lima kriteria yang bisa kita gunakan untuk mengevaluasi setiap bagian dari menulis sebagai berikut :
Fokus.
Apa yang Anda menulis tentang? Apa klaim atau tesis Anda membela? Kriteria ini adalah yang luas, berkaitan dengan konteks, tujuan, dan koherensi dari sepotong tulisan. Apakah topik Anda sesuai untuk tugas? Apakah Anda tetap pada topik itu atau terlena pada garis singgung tidak membantu? Apakah Anda berfokus terlalu teliti atau terlalu banyak? Misalnya, esai tentang Perang Saudara Amerika pada umumnya mungkin terlalu luas untuk esai perguruan tinggi yang paling. Anda mungkin akan lebih baik menulis tentang pertempuran tertentu, umum, atau kejadian.
Pembangunan.
Pembangunan berkaitan dengan rincian dan bukti. Apakah Anda menyediakan cukup bahan pendukung untuk memenuhi harapan pembaca Anda? Sebuah laporan penelitian yang tepat, misalnya, biasanya mencakup banyak referensi dan kutipan untuk banyak karya lain yang relevan beasiswa. Sebuah deskripsi lukisan mungkin akan mencakup rincian tentang, komposisi penampilan, dan bahkan mungkin informasi biografis tentang seniman yang melukisnya. Memutuskan apa rincian untuk menyertakan tergantung pada penonton dimaksudkan sepotong. Sebuah artikel tentang kanker ditujukan untuk anak-anak akan terlihat sangat berbeda dari satu ditulis untuk warga senior.
Organisasi
Organisasi, sering disebut “pengaturan,” menyangkut ketertiban dan tata letak kertas. Secara tradisional, kertas dibagi menjadi, tubuh kesimpulan pengenalan, dan. Paragraf terfokus pada gagasan utama tunggal atau topik (kesatuan), dan transisi di antara kalimat dan paragraf yang halus dan logis. Sebuah rambles kertas kurang terorganisir, melayang di antara topik yang tidak berhubungan dengan cara serampangan dan membingungkan.
Gaya
Gaya secara tradisional berkaitan dengan kejelasan, keanggunan presisi, dan. Sebuah stylist yang efektif tidak hanya mampu menulis dengan jelas untuk penonton, tetapi juga bisa menyenangkan mereka dengan bahasa menggugah, metafora, irama, atau kiasan. Penata Efektif bersusah payah tidak hanya untuk membuat titik, namun untuk membuatnya dengan baik.
Konvensi
Kriteria ini meliputi tata bahasa, mekanik, tanda baca, format, dan isu-isu lain yang ditentukan oleh konvensi atau aturan. Meskipun banyak siswa berjuang dengan konvensi, pengetahuan tentang di mana untuk menempatkan koma dalam sebuah kalimat biasanya tidak sepenting apakah kalimat yang berharga untuk menulis di tempat pertama. Namun demikian, kesalahan yang berlebihan dapat membuat bahkan seorang penulis brilian tampak ceroboh atau bodoh, kualitas yang jarang akan terkesan pembaca seseorang.


Sumber :





Biografi Jabir Ibnu Hayyan: Bapak Kimia Islam


Perkembangan ilmu Kimia sekarang ini, tidak ada apa-apanya jika sosok ilmuwan tak dilahirkan di Bumi. semua hal akan mudah jika melanjutkan, coba sekali-kali kita yang memulai? mampukah kita? yuk sama-sama bilang mampu dan pasti mampu. Berikut ini profil sosok fenomenal tsb.

Jabir Ibnu Hayyan adalah salah satu ilmuwan yang dianggap paling pantas menyandang gelar ahli kimia Arab pada masa awal perkembangannya. Abu Abdullah Jabir bin Hayyan al-Kufi as-Sufi adalah nama lengkap Jabir Ibnu Hayyan. Ia lahir pada tahun 721 dan dibesarkan dalam keluarga dokter. Ada pendapat yang menyatakan bahwa Jabir adalah keturunan Yunani yang memeluk agama Islam.
Sejak kecil, Ibnu Hayyan sudah akrab dengan dunia empiris dan medis. Ia berhasil mengklasifikasikan beragam benda berdasarkan unsur kimia yang menyusunnya. Pengklasifikasian itu terbagi tiga, yaitu tubuh, nyawa, dan akal. Jabir memasukkan unsur emas (Au) dan perak (Ag) dalam kategori tubuh, sedangkan sulfur (S) dan arsenik (As) dalam kategori nyawa. Sementara itu, merkuri (Hg) dan sal amoniak (batu bara dan sari minyak) dimasukkannya dalam kategori akal.
Buku dan kumpulan tulisan Ibnu Hayyan terbagi dalam beberapa kelompok penting. Pertama, buku yang berisi sejumlah esai tentang praktek alkemi yang sistemnya merujuk pada alkemi kuno. Kedua, buku yang berisi uraian tentang pengajaran alkemi. Ketiga, buku yang mengenal kesetimbangan. Sebuah uraian tentang landasan teori, atau filosofi alkemi, dan ilmu gaib. Ibnu Hayyan telah menulis sekitar 306 buah buku kimia, yang kemudian diterjemahkan dalam berbagai bahasa dan disimpan di perpustakaan di seluruh dunia.
Nama Ibnu Hayyan dikenal sebagai ahli kimia setelah ia mempresentasikan sejumlah metode riset kimia hasil penemuannya. Ia pun dianggap sebagai perintis empirisme dan metodologi ilmiah. Ia mampu mengemukakan pandangan-pandangannya tentang teori pembentukan geologis, hasil campuran bermacam logam. Ia juga telah mempelajari dan mendalami proses pembuatan karbonat dan senyawa-senyawa sulfida dan arsen. Selain itu, Ibnu Hayyan juga sering melakukan usaha pemurnian logam, cat warna kain, kulit, dan sebagainya.
Demi menunjang aktifitasnya sebagai ilmuwan, Ibnu Hayyan mendirikan sebuah laboratorium. Di tempat ini, ia melakukan sejumlah percobaan, seperti sublimasi, penyaringan, kristalisasi, dan sebagainya. Menurut Ibnu Hayyan, percobaan adalah aspek paling penting dalam kimia. Jika seseorang tidak dapat meletakkan dasar pengetahuan melalui percobaan maka kemungkinan besar ia akan melakukan kesalahan. Ia juga berkata bahwa sebuah teori kimia tidak dapat diakui kebenarannya jika hanya didasarkan pada apa yang telah dibaca, tapi terlebih dulu harus diuji dan dibuktikan kebenarannya melalui serangkaian percobaan dan penelitian.
Selain menulis esai, Ibnu Hayyan juga menulis literatur. Jumlah literatur karyanya sangat banyak dan mewakili hampir semua bidang ilmu pengetahuan yang ada pada masa itu hingga akhir abad VII. Dari sejumlah fakta yang ada, diketahui bahwa kumpulan tulisan tersebut dibuat pada akhir abad IX dan awal abad X.

Atas jasa dan karyanya di bidang kimia, Jabir Ibnu Hayyan mendapat gelar Bapak Kimia Islam Pertama. Ia tidak hanya terkenal di negeri kelahirannya, tapi juga di wilayah lain, seperti Eropa. Di sana, ia lebih dikenal dengan nama Geber. Ibnu Hayyan adalah ilmuwan pertama yang menggunakan metode ilmiah dalam aktivitasnya di bidang alkemi, yang kemudian dikembangkan menjadi ilmu kimia seperti yang dikenal sekarang. Jabir Ibnu Hayyan juga dikenal sebagai orang pertama yang mendirikan laboratorium dan menggunakan tungku sebagai tempat mengolah mineral, mengekstraksi zat-zat, sebelum kemudian mengklasifikasikannya.
Di laboratoriumnya, Ibnu Hayyan melakukan sejumlah penelitian dan percobaan dengan ketekunan yang luar biasa. Ketekunan tersebut tidak sia-sia karena ia akhirnya berhasil menemukan beberapa senyawa kimia baru, seperti karbida (carbida acid). Lewat percobaan dan penelitiannya, Ibnu Hayyan juga menyumbangkan beberapa teori tentang penguapan, pembutiran, pelelehan, persenyawaan, dan sublimasi. Beberapa percobaan Jabir masih sering digunakan untuk mengklasifikasi unsur kimia, terutama pada bahan logam dan non logam.
Ibnu Hayyan juga menulis sejumlah risalah, terutama yang berkaitan dengan ilmu kimia. Lewat risalahnya, ia memperkenalkan model penelitian baru yang kemudian menjadi titik awal perkembangan ilmu kimia modern. Pada abad pertengahan, risalah Ibnu Hayyan yang berjudul Kitab al-Kimya dan Kitab al-Sab’een diterjemahkan dalam bahasa Latin. Kemudian hari, terjemahan bahasa Latin Kitab al-Kimya diterbitkan kembali oleh seorang Inggris, bernama Robert Chester dengan judul The Book of the Composition of Alchemy (1444). Sementara itu, Kitab al-Sab’een diterjemahkan kembali oleh Gerard dari Cremona. Sebuah buku karya Ibnu Hayyan juga sempat diterjemahkan oleh Berthelot dengan judul Book of Kingdom, Book of the Balances and Book of Eastern Mercury. Pada tahun 1678, seorang penerjemah asal Inggris yang bernama Richard Russel menerjemahkan karya Jabir yang lain dengan judul Sum of Perfection. Di kemudian hari Sum of Perfection menjadi buku terpopuler di Eropa selama beberapa abad. Buku ini memberi pengaruh besar pada proses evolusi ilmu kimia modern.

Jabir Ibnu Hayyan wafat pada tahun 815 di Kufah.

 

Pernah suatu ketika ada sebuah training. Saat itu materi yang disampaikan adalah masalah takdir. Karena ternyata peserta belum begitu memahami bagaimana hakekat sebuah takdir. Mereka mengeluh kenapa mereka ada yang kaya, dan sebagian mereka ada yang miskin.

Tiba-tiba sang trainer duduk dengan bersila dan bertanya, “Apakah saya duduk seperti ini takdir?”

“ya!”, jawab peserta.

Kemudian sang trainer duduk diatas meja dan bertanya, “Apakah saya duduk seperti ini takdir?”

“ya!”, jawab peserta kompak.

Kemudian sang trainier berdiri, sambil meletakkan salah satu kakinya diatas meja yang agak pendek, lalu bertanya kembali, “Apakah saya duduk seperti ini juga takdir?”

“Iya”, jawab peserta sambil penasaran.

“Jadi apakah boleh saya bilang bahwa takdir itu sebuah pilihan? Ketika saya ingin menjadi seorang yang baik, maka saya memilih duduk sopan dengan bersila, dan ketika saya ingin menjadi orang yang nakal, maka saya duduk diatas meja, ketika saya memilih menjadi orang yang menjengkelkan, maka saya berdiri sambil mengangkat salah satu kaki saya diatas meja, sedang kalian duduk bersila dibawah?.” tanya sang trainer

“ya sih!” jawab peserta yang mulai paham maksud dari penjelasan trainer.

“Jadi takdir itu sesuatu hal yang sudah terjadi, ketika anda saat ini menjadi sholeh, karena anda memilih pilihan yang diberikan oleh Allah untuk menjadi seorang yang sholeh, dan sebaliknya ketika anda saat ini menjadi berandalan, karena anda yang memilih takdir menjadi berandalan, dan anda sudah diberikan pilihan dan petunjuk oleh Allah, jalan manakah yang akan membawa kita ke neraka, dan jalan manakah yang akan membawa kita ke surga. Dan saat ini kita sudah memilihnya”

“Begitu juga dengan kekayaan, Allah sudah memberikan pilihan melalui petunjuk-Nya, bagaimana jalan menuju kaya, dan jalan menuju kemiskinan. Tinggal pilihan mana jalan yang akan kita lalui.”

”Banyaklah berdoa kepada Allah, agar kita selalu diberikan petunjuk tuk selalu memilih jalan benar menurut-Nya.”

-----------------------------------

Sahabatku, mungkin sering tepintas dalam pikirian kita tentang peristiwa tersebut. Mungkin juga, ada perbedaan dalam memahami hakekat suatu takdir.

Akan tetapi yang jelas pastinya, kita tidak mengetahui bagaimana takdir kita besok (jangan percaya sama ramalan ya! Bisa-bisa syirik kita ^^).

Kita hanya berusaha dan optimis untuk menjadikan takdir kita menjadi takdir yang baik, karena Allah tidak akan merubah suatu kaum sebelum mereka merubahnya sendiri.


Jadi, optimislah! Dan berusahalah untuk menjalani kehidupan ini dengan perbuatan dan amalan yang terbaik. Tentunya dengan mengharap ridho-Nya saja.

Gue Punya SOal kimia Analitik nih,,, monggo di coba


1. Buatlah perhitungan apakah memungkinkan untuk memisahkan ion Ca2+ dan Mg2+ jika keduanya terdapat dalam larutan masing-masing sebanyak 0,01M dengan menambahkan agen pengendap OH-, diketahui Ksp Mg(OH)2  7,1x 10–12  Ca(OH)2 6,5x 10–6...




berikut jawabannya :

Dilihat dari besarnya Ksp, maka Mg(OH)2 akan lebih dahulu mengendap. Pada saat 99,99% Mg(OH)2
mengendap, berarti tersisa 0,01% Mg2+ di dalam larutan, besarnya [OH-] dapat dihitung:
[Mg2+ ] = 10-6M
Ksp Mg(OH)2= [Mg2+ ][OH-]2
[OH-]2 = 7,1x 10–12 /10-6=0,0000071
[OH-] =0,00266
Pada saat Mg mengendap, [OH-]=0,00266 M. Jumlah itu dimasukkan ke dalam Ksp Ca(OH)2 untuk mengetahui
apakah Ca juga mengendap.
Q = [Ca2+ ][OH-]2
Q = 0,01 (0,00266)2= 0,000000071=7,1x 10-8
Ksp Ca(OH)2 = 6,5x 10–6
Q < Ksp Ca(OH)2
Berarti pada saat semua Mg mengendap, Ca belum mengendap. Jadi memungkinkan untuk melakukan
pemisahan keduanya dengan menambahkan OH- sebagai agen pengendap



Berikut ini yang harus kalian perhatikan :
1.Nilai Rapor
         Nilai rapor menjadi salah satu penilian SNMPTN, nilai rapor yang biasanya digunakan untuk penilaian SNMPTN 2015 adalah nilai yang diUNkan. Tergantung jurusan ketika di SMA. Sehingga, untuk masuk program studi tertentu di sebuah PTN harus memperhatikan nilai Rapot ketika SMA.
2.Nilai Per Mata Pelajaran
            Ketika akan mengikuti SNMPTN, perhatikan juga nilai-nilai yang akan dipertimbangkan ke suatu jurusan, selain itu pertimbangkan juga nilai anda dengan nilai teman anda sendiri. Jika anda memilih jurusan yang sama, namun nilai anda lebih kecil dari teman anda, tolong pertimbangkan untuk memilih jurusan tersebut. Bisa jadi nilai anda tidak dapat bersaing dengan nilai teman anda.
3.Konsisten
         Konsisten yang dimaksudkan disini adalah, siswa tersebut dari mulai semester 1 hingga semester 5 nilai harus minimalnya masuk jajaran 50% jurusan (IPA, IPS, atau Bahasa) terbaik di sekolah. Karena konsistensi nilai juga akan sangat mempengaruhi penilaian di SNMPTN.
4.Nilai Ujian Nasional
               Tahun 2013 nilai ujian nasional tidak menjadi dasar penilaian untuk masuk sebuah perguruan tinggi melalui jalur SNMPTN, namun hanya kelulusan UN yang menjadi salah satu faktor kelulusan SNMPTN. Di tahun 2014, SNMPTN mempertimbangkan nilai UN untuk masuk ke sebuah PTN. Sehingga, siswa harus benar-benar mempersiapakan UN dengan matang.
5.Prestasi Non Akademik
       Prestasi non akademik juga akan menjadi pertimbangan PTN untuk menerima calon mahasiswanya. Prestasi yang akan dimabil adalah minimal juara 3 tingkat kabupaten, baik itu kegiatan seni, olahraga, olimpiade dan lain sebagainya. Siswa hanya boleh mengupload 3 scan prestasi terbaiknya di pendaftaran SNMPTN 2015.
6.Akreditasi Sekolah
            Prestasi sekolah di ajang-ajang tertentu juga menajdi salah satu faktor kelulusan SNMPTN 2015. Selain itu nilai dan peringkat akreditasi pun menjadi salah satu pertimbangan sebuah PTN untuk meloloskan siswa sekolah tersebut.
7.Prioritas Pemilihan Jurusan
                Hati-hati dalam menempatkan pemilihan jurusan. Prioritas penempatan pemilihan jurusan pun akan menjadi dasar penentuan lolosnya SNMPTN. Ketika anda memilih sebuah jurusan, namun ketika jurusan itu daya tampungnya sedikit sedangkan peminatnya banyak, itu akan menjadi persaingan yang sangat ketat.
8.Jumlah Alumni di PTN tempat Mendaftar
                    Jangan kira alumni sekolah anda juga tidak menjadi salah satu aspek kelulusan SNMPTN. PTN akan mempertimbangkan Track Record alumni sekolah di PTN tempat anda mendaftar. Sehingga semakin banyak alumni yang ada di sebuah PTN akan menjadi salah satu factor penentu kelolosan SNMPTN
9.Aturan Khusus PTN
                      Perhatikan juga aturan khusus jika akan masuk ke sebuah PTN, missal jurusan Psikologi Unpad hanya menerima calon mahasiswa nya dari lulusan program IPA. Tidak seperti di PTN lainnya, Psikologi masuk ke Program Studi rumpun social.

    sekian, semoga bermanfaat!