Bagi yang penasaran mengenai soal OSK Kimia 2015 berikut soalnya (essay)
Soal 1. (23 poin)
Suatu senyawa organik hanya mengandung karbon, hidrogen dan sulfur. Sampel senyawa organik tersebut dengan massa 1,045 g dibakar dalam oksigen menghasilkan gas CO2, H2O dan SO2. Gas-gas tersebut dialirkan ke dalam 500 mL larutan KMnO4 0,0200 M yang diasamkan, sehingga menyebabkan gas SO2 teroksidasi menjadi spesi SO42-. Hanya sebagian dari KMnO4 tersebut yang tereduksi menjadi Mn2+.
Selanjutnya, sebanyak 50 mL larutan SnCl2 0,0300 M ditambahkan ke dalam 50 mL larutan sebelumnya yang masih mengandung KMnO4 yang belum tereduksi. SnCl2 yang digunakan berlebih sehingga dapat mereduksi semua KMnO4 yang masih tersisa menjadi Mn2+. Kelebihan Sn2+ yang masih tersisa dalam larutan kemudian dioksidasi menjadi Sn4+ dengan cara dititrasi oleh 27,28 mL larutan KMnO4 0,0100 M untuk mencapai titik akhir titrasi.
Kandungan gas CO2 dan H2O yang dihasilkan dari proses pembakaran sampel senyawa organik tersebut setelah dianalisis adalah 1,660 g CO2 dan 0,4590 g H2O.
a. Tuliskan persamaan reaksi yang setara untuk reaksi oksidasi gas SO2 oleh KMnO4. (2 poin)
b. Tuliskan persamaan reaksi yang setara untuk reaksi dalam titrasi Sn2+ oleh KMnO4. (2poin)
c. Hitung mol Sn2+ yang bereaksi dalam tahap mereduksi semua sisa KMnO4 menjadi Mn2+. (3poin)
d. Hitung mol KMnO4 yang bereaksi dalam tahap oksidasi gas SO2 menjadi SO3. (4poin)
e. Hitung massa SO2 yang dihasilkan dari reaksi pembakaran sampel senyawa organik tersebut. (3poin)
f. Hitung persentase sulfur (%S) dalam sampel senyawa organik tersebut. (3poin)
g. Tentukan rumus empiris senyawa organik tersebut. (3poin)
Dalam analisis spektometri massa diketahui sampel senyawa organik tersebut memiliki massa molekul 247,98. Tentukan rumus molekul senyawa tersebut.
Soal 2. ( 26 poin)
Kalium superoksida, barium peroksida dan titanium dioksida adalah oksida yang memiliki rumus empiris yang sama, yaitu setiap atom logam bergabung dengan 2 atom oksigen.
a. Tuliskan rumus oksigen yang ada pada titanium dioksida, gambarkan struktur Lewisnya dan tentukan bilangan oksidasi titan pada senyawa tersebut. (4 poin)
b. Tuliskan rumus oksigen yang ada pada barium peroksida, gambarkan struktur Lewisnya dan jelaskan ikatan yang terbentuk di antara kedua atom oksigen. (5 poin)
c. Tuliskan rumus oksigen yang terdapat pada kalium superoksida, hitung jumlah elektron terluar yang terdapat pada oksigen dalam kalium superoksida dan gambarkan struktur Lewis serta resonansinya. (6 poin)
d. Dari ketiga senyawa tersebut, oksida mana yang dapat larut dalam air? Tuliskan persamaan reaksinya dan jelaskan pH larutan yang dihasilkan. (6 poin)
e. Jika 7,39 kg Titanium dioksida bereaksi dengan karbon berlebih dan gas klorin membentuk 14,24 kg titanium tetraklorida. Tuliskan persamaan reaksinya dan hitung persen rendemen hasil sintesis tersebut. (5 poin)
Soal 3 (12 poin)
Suatu padatan A dipanaskan dalam wadah tertutup. Pada suhu T, padatan A tersebut terurai membentuk gas B dan gas C. Penguraian A tersebut mencapai keadaan kesetimbangan pada saat perbandingan molar B : molar C = 1 : 2 , menurut persamaan :
A(s) B(g) + 2C(g).
a. (i) Tuliskan persamaan tetapan kesetimbangan, Kp dalam tekanan gas parsial. (2 poin)
(ii) Jelaskan dengan singkat mengapa persamaan ini tidak melibatkan A. (3 poin)
b. Tekanan kesetimbangan untuk sistem di atas pada suhu T adalah 3x103 kPa.
(i) Hitung tekanan parsial masing-masing komponen. (4 poin)
(ii) Tentukan nilai Kp lengkap dengan satuannya. (3 poin)
Soal 4 (20 poin)
Tersedia 5 buah botol berlabel A, B, C, D dan E masing-masing berisi garam tunggal berupa padatan berwarna putih. Semua padatan tersebut mengandung unsur-unsur golongan utama (non-transisi). Semua zat tersebut dapat larut dalam air menghasilkan larutan jernih tidak berwarna.
Dari percobaan yang dilakukan, diperoleh data berikut ini:
Larutan E dapat mengubah warna lakmus biru menjadi merah, larutan D dapat mengubah warna lakmus merah menjadi biru.
Larutan A bereaksi dengan larutan E membentuk endapan putih yang sangat halus.
Larutan A bereaksi dengan larutan B membentuk endapan berwarna putih yang larut dalam air panas.
Larutan B bereaksi dengan larutan C membentuk endapan kuning.
Larutan B bereaksi dengan larutan D membentuk endapan berwarna hitam.
Larutan C dicampur dengan larutan D dan larutan E tidak menghasilkan endapan
Padatan E bereaksi dengan basa kuat membentuk gas yang berbau khas dan mengubah lakmus merah basah menjadi biru.
Test nyala untuk larutan C dan D menunjukkan warna kuning
Dari data tersebut, perkirakan senyawa kimia yang mungkin dari senyawa A, B, C, D dan E. Buktikan dengan persamaan reaksi selengkapnya. (20 poin)
Soal 5. (22 poin)
Cyanidin (Cy) adalah pigmen organik alamiah yang terdapat dalam buah blackberry, redberry, anggur, ceri, dan lain lain. Cyanidin mempunyai warna ungu kemerah-merahan, dan dapat berubah warna seiring dengan perubahan pH. Dalam larutan, pada pH rendah, cyanidin (Cy) berada sebagai CyH+, yang berwarna merah, sedangkan pada pH tinggi berada sebagai Cy yang berwarna ungu.
CyH+ Cy + H+
Merah ungu
a. Tuliskan persamaan untuk tetapan dissosiasi asam, Ka dari CyH+. (2 poin)
b. Dalam suatu buffer pH = 5,00, rasio dari bentuk merah ke bentuk ungu adalah 1 : 5. Hitunglah nilai Ka. (4 poin)
c. Hitunglah rasio bentuk merah terhadap bentuk ungu dalam buffer jus buah pada pH = 3,00, dan perkirakanlah warnanya. (5 poin)
Jus buah sering diawetkan dengan penambahan sedikit sulfur dioksida yang mengkibatkan terjadinya reaksi, dan menghasilkan senyawa tambahan yang tidak berwarna. Untuk perubahan warna merah menjadi tidak berwarna digambarkan dengan reaksi berikut:
CyH+ + SO2 + H2O CySO2H2+ H+ (1)
Merah tak-berwarna
Bila sulfur dioksida secukupnya ditambahkan ke buffer jus buah pada pH = 3,00 menghasilkan konsentrasi kesetimbangan, [SO2], 1,0 x 10-2 M, dan intensitas warna merah berkurang sepersepuluh dari nilai intensitas awalnya.
d. Tuliskan persamaan tetapan kesetimbangan reaksi (1) dan pakailah data yang tersedia untuk menghitung nilainya. (11 poin)
Monggo corat-coret di komentar bagi yang bisa menjawab soal diatas.... habis postingan ini saya mau memposting pembahasan.
Soal 1. (23 poin)
Suatu senyawa organik hanya mengandung karbon, hidrogen dan sulfur. Sampel senyawa organik tersebut dengan massa 1,045 g dibakar dalam oksigen menghasilkan gas CO2, H2O dan SO2. Gas-gas tersebut dialirkan ke dalam 500 mL larutan KMnO4 0,0200 M yang diasamkan, sehingga menyebabkan gas SO2 teroksidasi menjadi spesi SO42-. Hanya sebagian dari KMnO4 tersebut yang tereduksi menjadi Mn2+.
Selanjutnya, sebanyak 50 mL larutan SnCl2 0,0300 M ditambahkan ke dalam 50 mL larutan sebelumnya yang masih mengandung KMnO4 yang belum tereduksi. SnCl2 yang digunakan berlebih sehingga dapat mereduksi semua KMnO4 yang masih tersisa menjadi Mn2+. Kelebihan Sn2+ yang masih tersisa dalam larutan kemudian dioksidasi menjadi Sn4+ dengan cara dititrasi oleh 27,28 mL larutan KMnO4 0,0100 M untuk mencapai titik akhir titrasi.
Kandungan gas CO2 dan H2O yang dihasilkan dari proses pembakaran sampel senyawa organik tersebut setelah dianalisis adalah 1,660 g CO2 dan 0,4590 g H2O.
a. Tuliskan persamaan reaksi yang setara untuk reaksi oksidasi gas SO2 oleh KMnO4. (2 poin)
b. Tuliskan persamaan reaksi yang setara untuk reaksi dalam titrasi Sn2+ oleh KMnO4. (2poin)
c. Hitung mol Sn2+ yang bereaksi dalam tahap mereduksi semua sisa KMnO4 menjadi Mn2+. (3poin)
d. Hitung mol KMnO4 yang bereaksi dalam tahap oksidasi gas SO2 menjadi SO3. (4poin)
e. Hitung massa SO2 yang dihasilkan dari reaksi pembakaran sampel senyawa organik tersebut. (3poin)
f. Hitung persentase sulfur (%S) dalam sampel senyawa organik tersebut. (3poin)
g. Tentukan rumus empiris senyawa organik tersebut. (3poin)
Dalam analisis spektometri massa diketahui sampel senyawa organik tersebut memiliki massa molekul 247,98. Tentukan rumus molekul senyawa tersebut.
Soal 2. ( 26 poin)
Kalium superoksida, barium peroksida dan titanium dioksida adalah oksida yang memiliki rumus empiris yang sama, yaitu setiap atom logam bergabung dengan 2 atom oksigen.
a. Tuliskan rumus oksigen yang ada pada titanium dioksida, gambarkan struktur Lewisnya dan tentukan bilangan oksidasi titan pada senyawa tersebut. (4 poin)
b. Tuliskan rumus oksigen yang ada pada barium peroksida, gambarkan struktur Lewisnya dan jelaskan ikatan yang terbentuk di antara kedua atom oksigen. (5 poin)
c. Tuliskan rumus oksigen yang terdapat pada kalium superoksida, hitung jumlah elektron terluar yang terdapat pada oksigen dalam kalium superoksida dan gambarkan struktur Lewis serta resonansinya. (6 poin)
d. Dari ketiga senyawa tersebut, oksida mana yang dapat larut dalam air? Tuliskan persamaan reaksinya dan jelaskan pH larutan yang dihasilkan. (6 poin)
e. Jika 7,39 kg Titanium dioksida bereaksi dengan karbon berlebih dan gas klorin membentuk 14,24 kg titanium tetraklorida. Tuliskan persamaan reaksinya dan hitung persen rendemen hasil sintesis tersebut. (5 poin)
Soal 3 (12 poin)
Suatu padatan A dipanaskan dalam wadah tertutup. Pada suhu T, padatan A tersebut terurai membentuk gas B dan gas C. Penguraian A tersebut mencapai keadaan kesetimbangan pada saat perbandingan molar B : molar C = 1 : 2 , menurut persamaan :
A(s) B(g) + 2C(g).
a. (i) Tuliskan persamaan tetapan kesetimbangan, Kp dalam tekanan gas parsial. (2 poin)
(ii) Jelaskan dengan singkat mengapa persamaan ini tidak melibatkan A. (3 poin)
b. Tekanan kesetimbangan untuk sistem di atas pada suhu T adalah 3x103 kPa.
(i) Hitung tekanan parsial masing-masing komponen. (4 poin)
(ii) Tentukan nilai Kp lengkap dengan satuannya. (3 poin)
Soal 4 (20 poin)
Tersedia 5 buah botol berlabel A, B, C, D dan E masing-masing berisi garam tunggal berupa padatan berwarna putih. Semua padatan tersebut mengandung unsur-unsur golongan utama (non-transisi). Semua zat tersebut dapat larut dalam air menghasilkan larutan jernih tidak berwarna.
Dari percobaan yang dilakukan, diperoleh data berikut ini:
Larutan E dapat mengubah warna lakmus biru menjadi merah, larutan D dapat mengubah warna lakmus merah menjadi biru.
Larutan A bereaksi dengan larutan E membentuk endapan putih yang sangat halus.
Larutan A bereaksi dengan larutan B membentuk endapan berwarna putih yang larut dalam air panas.
Larutan B bereaksi dengan larutan C membentuk endapan kuning.
Larutan B bereaksi dengan larutan D membentuk endapan berwarna hitam.
Larutan C dicampur dengan larutan D dan larutan E tidak menghasilkan endapan
Padatan E bereaksi dengan basa kuat membentuk gas yang berbau khas dan mengubah lakmus merah basah menjadi biru.
Test nyala untuk larutan C dan D menunjukkan warna kuning
Dari data tersebut, perkirakan senyawa kimia yang mungkin dari senyawa A, B, C, D dan E. Buktikan dengan persamaan reaksi selengkapnya. (20 poin)
Soal 5. (22 poin)
Cyanidin (Cy) adalah pigmen organik alamiah yang terdapat dalam buah blackberry, redberry, anggur, ceri, dan lain lain. Cyanidin mempunyai warna ungu kemerah-merahan, dan dapat berubah warna seiring dengan perubahan pH. Dalam larutan, pada pH rendah, cyanidin (Cy) berada sebagai CyH+, yang berwarna merah, sedangkan pada pH tinggi berada sebagai Cy yang berwarna ungu.
CyH+ Cy + H+
Merah ungu
a. Tuliskan persamaan untuk tetapan dissosiasi asam, Ka dari CyH+. (2 poin)
b. Dalam suatu buffer pH = 5,00, rasio dari bentuk merah ke bentuk ungu adalah 1 : 5. Hitunglah nilai Ka. (4 poin)
c. Hitunglah rasio bentuk merah terhadap bentuk ungu dalam buffer jus buah pada pH = 3,00, dan perkirakanlah warnanya. (5 poin)
Jus buah sering diawetkan dengan penambahan sedikit sulfur dioksida yang mengkibatkan terjadinya reaksi, dan menghasilkan senyawa tambahan yang tidak berwarna. Untuk perubahan warna merah menjadi tidak berwarna digambarkan dengan reaksi berikut:
CyH+ + SO2 + H2O CySO2H2+ H+ (1)
Merah tak-berwarna
Bila sulfur dioksida secukupnya ditambahkan ke buffer jus buah pada pH = 3,00 menghasilkan konsentrasi kesetimbangan, [SO2], 1,0 x 10-2 M, dan intensitas warna merah berkurang sepersepuluh dari nilai intensitas awalnya.
d. Tuliskan persamaan tetapan kesetimbangan reaksi (1) dan pakailah data yang tersedia untuk menghitung nilainya. (11 poin)
Monggo corat-coret di komentar bagi yang bisa menjawab soal diatas.... habis postingan ini saya mau memposting pembahasan.
I. PERSIAPAN PENULISAN KARYA
ILMIAH
A. LANGKAH-LANGKAH PERSIAPAN PENULISAN KARYA
ILMIAH
Pada dasarnya, hal terpenting yang harus dipikirkan oleh seorang
penulis karya ilmiah pada tahap persiapan ini adalah Pemilihan Topik. Yang
harus dipertimbangkan dalam pemilihan topik adalah :
a.
Pemilihan Topik/
Masalah untuk Karya Ilmiah
Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan pada saat menentukan topik
untuk karya ilmiah. Dalam penulisannya harus mengikuti kaidah kebenaran isi,
metode kajian, serta tata cara penulisannya yang bersifat keilmuan. Salah satu
cara untuk memenuhi kaidah tersebut adalah dengan melakukan pemilihan topik
yang jelas dan spesifik. Pemilihan unuk kerya tulis ilmiah dapat dilakukan
dengan cara;
b.
Merumuskan tujuan
Rumusan tujuan yang jelas dan tepat menjadi sangat penting untuk dapat
menghasilkan karya tulis ilmiah yang terfokus bahasannya. Tips yang dapat
dilakukan untuk merumuskan tujuan diantaranya;
1) Usahakan merumuskan tujuan dalam satu
kalimat yang sederhana;
2) Ajukan pertanyaan dengan
menggunakan salah satu kata tanya terhadap rumusan yang kita buat;
3) Jika kita dapat menjawab
dengan pasti pertanyaan-pertanyaan yang kita ajukan, berarti rumusan tujuan
yang kita buat sudah cukup jelas dan tepat.
B. Menentukan Topik
Langkah pertama yang harus dilakukan dalam menentukan topik adalah
menentukan ide-ide utama. Kemudian uji dan tanya pada diri sendiri apakah
ide-ide itu yang akan kita tulis.
c. Menelusuri Topik
Bila topik telah ditentukan, kita masih harus memfokuskan topik
tersebut agar dalam penulisannya tepat sasaran. Beberapa langkah yang dapat
ditempuh dalam memfokuskan topik;
1) Fokuskan topik agar mudah dikelola;
2) Ajukan pertanyaan
Mengidentifikasi
Pembaca Karya Ilmiah
Kewajiban seorang penulis karya ilmiah adalah memuaskan kebutuhan
pembacanya akan informasi, yaitu dengan cara menyampaikan pesan yang ditulisnya
agar mudah dipahami oleh pembacanya. Sebelum menulis, kita harus
mengidentifikasi siapa kira-kira yang akan membaca tulisan kita. Hal tersebut
perlu dipertimbangkan pada saat kita menulis karya tulis ilmiah agar tulisan
kita tepat sasaran.
Menentukan
Cakupan Isi Materi Karya Ilmiah
Cakupan materi adalah jenis dan jumlah informasi yang akan disajikan di
dalam tulisan.
II. PENGUMPULAN INFORMASI UNTUK
PENULISAN KARYA ILMIAH
A. MEMANFAATKAN PERPUSTAKAAN SEBAGAI SUMBER
DATA, INFORMASI, DAN BAHAN UNTUK TULISAN
Perpustakaan pada umumnya menyediakan berbagai koleksi data atau
informasi yang terekam dalam berbagai bentuk media, seperti media cetak dan
media audiovisual. Hal pertama yang harus kita lakukan pada saat memasuki
perpustakaan adalah memahami di mana letak sumber informasi yang dibutuhkan
berada. Salah satu tempat yang patut kita tuju adalah bagian referensi. Bagian
referensi ini biasannya berisi koleksi tentang encyclopedia, indeks,
bibliografi, atlas dan kamus.
1. Mencari Buku dengan Online
Catalog dan Card Catalog
Pencarian buku dengan cara Online Catalog biasanya menggunakan terminal
komputer. Kita dapat mencari buku dengan judul dan nama penulis yang jelas atau
minta kepada komputer untuk mencarikan file-file yang berkaitan dengan topik
yang sedang kita tulis.
Selain menggunakan komputer, kita juga dapat menggunakan Card Catalog
untuk mencari buku atau artikel yang kita butuhkan. Pada umumnya, buku koleksi
perpustakaan didata dalam 3 (tiga) jenis kartu katalog, yaitu katalog yang
berisi data tentang pengarang/ penulis, judul buku dan subjek/ topik tertentu.
2. Memeriksa Bahan-Bahan Pustaka yang Telah
Diperoleh
Setelah bahan pustaka terkumpul kita harus memeriksa bahan-bahan
tersebut apakah sesuai atau tidak dengan topik yang kita tulis. Cara memeriksa
bahan pustaka tersebut adalah;
a. Atur waktu membaca
b. Bacalah secara selektif
c. Bacalah secara bertanggung
jawab
d. Bacalah secara kritis
3.
Membuat Catatan dari Bahan-bahan Pustaka
Salah satu cara terbaik dan paling sederhana dalam membuat catatan ini
adalah selalu mengacu pada kartu indeks yang telah kita buat.
4. Membuat Ringkasan dan ‘Paraphrasing’
Disamping membuat catatan, kita pun dapat membuat ringkasan atau
paraphrasing dari sumber bacaan yang
kita dapatkan di dalam menunjang keberhasilan proyek tulisan kita.
5. Membuat Kutipan
Kita harus mengutip dengan persis dan apa adanya pernyataan dari sumber
bacaan yang kita gunakan jika pernyataan tersebut merupakan pandangan mendasar
dari penulis dan jika kita ubah ke dalam bahasa kita sendiri akan mengaburkan
arti sesungguhnya.
B. MELAKUKAN WAWANCARA UNTUK MENDAPATKAN
INFORMASI UNTUK TULISAN
Ada empat hal yang harus diperhatikan pada saat akan melakukan
wawancara untuk keperluan proyek penulisan karya ilmiah, yaitu;
1. Menentukan orang yang tepat untuk
diwawancarai
2. Mempersiapkan pedoman wawancara
3. Melaksanakan wawancara
4. Mengolah hasil wawancara
TAHAP PROSES PENULISAN
Tahap Penulisan merupakan perwujudan tahap persiapan ditambah dengan
pembahasan yang dilakukan selama dan setelah penulisan selesai.
Tahap Pra
Penulisan
1. Pemilihan dan pembatasan
topik
2. Merumuskan tujuan
3. Mempertimbangkan bentuk
karangan
4. Mempertimbangkan pembaca
5. Mengumpulkan data pendukung
6. Merumuskan judul
7. Merumuskan tesis
8. Penyusunan ide dalam bentuk karangan atau
outline
Pemilihan
Topik
# Apa yang akan kita tulis?
#
Topik dapat diperoleh dari berbagai sumber.
#
Empat syarat: keterkuasaian, ketersediaan bahan, kemenarikan,
kemanfaatan.
#
Agar lebih fokus, topik perlu dibatasi.
Tahap
Penulisan Draf
- Mengekspresikan ide-ide ke dalam
tulisan kasar.
- Pengembangan ide masih bersifat
tentatif.
- Pada tahap ini, konsentrasikan
perhatian pada ekspresi/gagasan, bukan pada aspek-aspek mekanik.
Tahap Revisi
- Memperbaiki ide-ide dalam karangan,
berfokus pada penambahan, pengurangan, penghilangan, penataan isi sesuai dengan
kebutuhan pembaca.
- Kegiatan: (a) membaca ulang seluruh
draf, (b) sharing atau berbagi pengalaman tentang draf kasar karangan dengan
teman, (c) merevisi dengan memperhatikan reaksi, komentar/masukan.
Tahap
Penyuntingan
- Memperbaiki perubahan-perubahan aspek
mekanik karangan.
- Memperbaiki karangan pada aspek
kebahasaan dan kesalahan mekanik yang lain.
- Aspek mekanik antara lain: huruf
kapital, ejaan, struktur kalimat, tanda baca, istilah, kosakata, format
karangan.
Tahap
Publikasi
- Tulisan akan berarti dan lebih
bermanfaat jika dibaca orang lain.
- Sesuaikan tulisan dengan media
publikasi yang akan kita tuju.
TAHAP EVALUASI
Tahap terakhir yaitu verifikasi atau evaluasi, apa yang dituliskan
sebagai hasil dari tahap iluminasi itu diperiksa kembali, diseleksi, dan
disusun sesuai dengan fokus tulisan. Mungkin ada bagian yang tidak perlu
dituliskan, atau ada hal-hal yang perlu ditambahkan, dan lain-lain. Mungkin
juga ada bagian yang mengandung hal-hal yang peka, sehingga perlu dipilih
kata-kata atau kalimat yang lebih sesuai, tanpa menghilangkan esensinya.
Ada lima kriteria yang bisa kita gunakan untuk mengevaluasi setiap
bagian dari menulis sebagai berikut :
Fokus.
Apa yang Anda menulis tentang? Apa klaim atau tesis Anda membela?
Kriteria ini adalah yang luas, berkaitan dengan konteks, tujuan, dan koherensi
dari sepotong tulisan. Apakah topik Anda sesuai untuk tugas? Apakah Anda tetap
pada topik itu atau terlena pada garis singgung tidak membantu? Apakah Anda
berfokus terlalu teliti atau terlalu banyak? Misalnya, esai tentang Perang
Saudara Amerika pada umumnya mungkin terlalu luas untuk esai perguruan tinggi
yang paling. Anda mungkin akan lebih baik menulis tentang pertempuran tertentu,
umum, atau kejadian.
Pembangunan.
Pembangunan berkaitan dengan rincian dan bukti. Apakah Anda menyediakan
cukup bahan pendukung untuk memenuhi harapan pembaca Anda? Sebuah laporan
penelitian yang tepat, misalnya, biasanya mencakup banyak referensi dan kutipan
untuk banyak karya lain yang relevan beasiswa. Sebuah deskripsi lukisan mungkin
akan mencakup rincian tentang, komposisi penampilan, dan bahkan mungkin
informasi biografis tentang seniman yang melukisnya. Memutuskan apa rincian
untuk menyertakan tergantung pada penonton dimaksudkan sepotong. Sebuah artikel
tentang kanker ditujukan untuk anak-anak akan terlihat sangat berbeda dari satu
ditulis untuk warga senior.
Organisasi
Organisasi, sering disebut “pengaturan,” menyangkut ketertiban dan tata
letak kertas. Secara tradisional, kertas dibagi menjadi, tubuh kesimpulan
pengenalan, dan. Paragraf terfokus pada gagasan utama tunggal atau topik
(kesatuan), dan transisi di antara kalimat dan paragraf yang halus dan logis.
Sebuah rambles kertas kurang terorganisir, melayang di antara topik yang tidak
berhubungan dengan cara serampangan dan membingungkan.
Gaya
Gaya secara tradisional berkaitan dengan kejelasan, keanggunan presisi,
dan. Sebuah stylist yang efektif tidak hanya mampu menulis dengan jelas untuk
penonton, tetapi juga bisa menyenangkan mereka dengan bahasa menggugah,
metafora, irama, atau kiasan. Penata Efektif bersusah payah tidak hanya untuk
membuat titik, namun untuk membuatnya dengan baik.
Konvensi
Kriteria ini meliputi tata bahasa, mekanik, tanda baca, format, dan
isu-isu lain yang ditentukan oleh konvensi atau aturan. Meskipun banyak siswa
berjuang dengan konvensi, pengetahuan tentang di mana untuk menempatkan koma
dalam sebuah kalimat biasanya tidak sepenting apakah kalimat yang berharga
untuk menulis di tempat pertama. Namun demikian, kesalahan yang berlebihan
dapat membuat bahkan seorang penulis brilian tampak ceroboh atau bodoh,
kualitas yang jarang akan terkesan pembaca seseorang.
Sumber :
Perkembangan ilmu Kimia sekarang ini, tidak ada apa-apanya jika sosok ilmuwan tak dilahirkan di Bumi. semua hal akan mudah jika melanjutkan, coba sekali-kali kita yang memulai? mampukah kita? yuk sama-sama bilang mampu dan pasti mampu. Berikut ini profil sosok fenomenal tsb.
Jabir
Ibnu Hayyan adalah salah satu ilmuwan yang dianggap paling pantas menyandang
gelar ahli kimia Arab pada masa awal perkembangannya. Abu Abdullah Jabir bin
Hayyan al-Kufi as-Sufi adalah nama lengkap Jabir Ibnu Hayyan. Ia lahir pada
tahun 721 dan dibesarkan dalam keluarga dokter. Ada pendapat yang menyatakan
bahwa Jabir adalah keturunan Yunani yang memeluk agama Islam.
Sejak
kecil, Ibnu Hayyan sudah akrab dengan dunia empiris dan medis. Ia berhasil
mengklasifikasikan beragam benda berdasarkan unsur kimia yang menyusunnya.
Pengklasifikasian itu terbagi tiga, yaitu tubuh, nyawa, dan akal. Jabir
memasukkan unsur emas (Au) dan perak (Ag) dalam kategori tubuh, sedangkan
sulfur (S) dan arsenik (As) dalam kategori nyawa. Sementara itu, merkuri (Hg)
dan sal amoniak (batu bara dan sari minyak) dimasukkannya dalam kategori akal.
Buku
dan kumpulan tulisan Ibnu Hayyan terbagi dalam beberapa kelompok penting.
Pertama, buku yang berisi sejumlah esai tentang praktek alkemi yang sistemnya
merujuk pada alkemi kuno. Kedua, buku yang berisi uraian tentang pengajaran
alkemi. Ketiga, buku yang mengenal kesetimbangan. Sebuah uraian tentang
landasan teori, atau filosofi alkemi, dan ilmu gaib. Ibnu Hayyan telah menulis
sekitar 306 buah buku kimia, yang kemudian diterjemahkan dalam berbagai bahasa
dan disimpan di perpustakaan di seluruh dunia.
Nama
Ibnu Hayyan dikenal sebagai ahli kimia setelah ia mempresentasikan sejumlah
metode riset kimia hasil penemuannya. Ia pun dianggap sebagai perintis
empirisme dan metodologi ilmiah. Ia mampu mengemukakan pandangan-pandangannya
tentang teori pembentukan geologis, hasil campuran bermacam logam. Ia juga
telah mempelajari dan mendalami proses pembuatan karbonat dan senyawa-senyawa
sulfida dan arsen. Selain itu, Ibnu Hayyan juga sering melakukan usaha
pemurnian logam, cat warna kain, kulit, dan sebagainya.
Demi
menunjang aktifitasnya sebagai ilmuwan, Ibnu Hayyan mendirikan sebuah
laboratorium. Di tempat ini, ia melakukan sejumlah percobaan, seperti
sublimasi, penyaringan, kristalisasi, dan sebagainya. Menurut Ibnu Hayyan,
percobaan adalah aspek paling penting dalam kimia. Jika seseorang tidak dapat meletakkan
dasar pengetahuan melalui percobaan maka kemungkinan besar ia akan melakukan
kesalahan. Ia juga berkata bahwa sebuah teori kimia tidak dapat diakui
kebenarannya jika hanya didasarkan pada apa yang telah dibaca, tapi terlebih
dulu harus diuji dan dibuktikan kebenarannya melalui serangkaian percobaan dan
penelitian.
Selain
menulis esai, Ibnu Hayyan juga menulis literatur. Jumlah literatur karyanya
sangat banyak dan mewakili hampir semua bidang ilmu pengetahuan yang ada pada
masa itu hingga akhir abad VII. Dari sejumlah fakta yang ada, diketahui bahwa
kumpulan tulisan tersebut dibuat pada akhir abad IX dan awal abad X.
Atas
jasa dan karyanya di bidang kimia, Jabir Ibnu Hayyan mendapat gelar Bapak Kimia
Islam Pertama. Ia tidak hanya terkenal di negeri kelahirannya, tapi juga di
wilayah lain, seperti Eropa. Di sana, ia lebih dikenal dengan nama Geber. Ibnu
Hayyan adalah ilmuwan pertama yang menggunakan metode ilmiah dalam aktivitasnya
di bidang alkemi, yang kemudian dikembangkan menjadi ilmu kimia seperti yang
dikenal sekarang. Jabir Ibnu Hayyan juga dikenal sebagai orang pertama yang
mendirikan laboratorium dan menggunakan tungku sebagai tempat mengolah mineral,
mengekstraksi zat-zat, sebelum kemudian mengklasifikasikannya.
Di
laboratoriumnya, Ibnu Hayyan melakukan sejumlah penelitian dan percobaan dengan
ketekunan yang luar biasa. Ketekunan tersebut tidak sia-sia karena ia akhirnya
berhasil menemukan beberapa senyawa kimia baru, seperti karbida (carbida acid).
Lewat percobaan dan penelitiannya, Ibnu Hayyan juga menyumbangkan beberapa
teori tentang penguapan, pembutiran, pelelehan, persenyawaan, dan sublimasi.
Beberapa percobaan Jabir masih sering digunakan untuk mengklasifikasi unsur
kimia, terutama pada bahan logam dan non logam.
Ibnu
Hayyan juga menulis sejumlah risalah, terutama yang berkaitan dengan ilmu
kimia. Lewat risalahnya, ia memperkenalkan model penelitian baru yang kemudian
menjadi titik awal perkembangan ilmu kimia modern. Pada abad pertengahan,
risalah Ibnu Hayyan yang berjudul Kitab al-Kimya dan Kitab al-Sab’een
diterjemahkan dalam bahasa Latin. Kemudian hari, terjemahan bahasa Latin Kitab
al-Kimya diterbitkan kembali oleh seorang Inggris, bernama Robert Chester
dengan judul The Book of the Composition of Alchemy (1444). Sementara itu,
Kitab al-Sab’een diterjemahkan kembali oleh Gerard dari Cremona. Sebuah buku
karya Ibnu Hayyan juga sempat diterjemahkan oleh Berthelot dengan judul Book of
Kingdom, Book of the Balances and Book of Eastern Mercury. Pada tahun 1678,
seorang penerjemah asal Inggris yang bernama Richard Russel menerjemahkan karya
Jabir yang lain dengan judul Sum of Perfection. Di kemudian hari Sum of
Perfection menjadi buku terpopuler di Eropa selama beberapa abad. Buku ini
memberi pengaruh besar pada proses evolusi ilmu kimia modern.
Jabir Ibnu
Hayyan wafat pada tahun 815 di Kufah.
Pernah suatu ketika ada sebuah training. Saat itu materi yang disampaikan adalah masalah takdir. Karena ternyata peserta belum begitu memahami bagaimana hakekat sebuah takdir. Mereka mengeluh kenapa mereka ada yang kaya, dan sebagian mereka ada yang miskin.
Tiba-tiba sang trainer duduk dengan bersila dan bertanya,
“Apakah saya duduk seperti ini takdir?”
“ya!”, jawab peserta.
Kemudian sang trainer duduk diatas meja dan bertanya,
“Apakah saya duduk seperti ini takdir?”
“ya!”, jawab peserta kompak.
Kemudian sang trainier berdiri, sambil meletakkan salah satu
kakinya diatas meja yang agak pendek, lalu bertanya kembali, “Apakah saya duduk
seperti ini juga takdir?”
“Iya”, jawab peserta sambil penasaran.
“Jadi apakah boleh saya bilang bahwa takdir itu sebuah
pilihan? Ketika saya ingin menjadi seorang yang baik, maka saya memilih duduk
sopan dengan bersila, dan ketika saya ingin menjadi orang yang nakal, maka saya
duduk diatas meja, ketika saya memilih menjadi orang yang menjengkelkan, maka
saya berdiri sambil mengangkat salah satu kaki saya diatas meja, sedang kalian
duduk bersila dibawah?.” tanya sang trainer
“ya sih!” jawab peserta yang mulai paham maksud dari
penjelasan trainer.
“Jadi takdir itu sesuatu hal yang sudah terjadi, ketika anda
saat ini menjadi sholeh, karena anda memilih pilihan yang diberikan oleh Allah
untuk menjadi seorang yang sholeh, dan sebaliknya ketika anda saat ini menjadi
berandalan, karena anda yang memilih takdir menjadi berandalan, dan anda sudah
diberikan pilihan dan petunjuk oleh Allah, jalan manakah yang akan membawa kita
ke neraka, dan jalan manakah yang akan membawa kita ke surga. Dan saat ini kita
sudah memilihnya”
“Begitu juga dengan kekayaan, Allah sudah memberikan pilihan
melalui petunjuk-Nya, bagaimana jalan menuju kaya, dan jalan menuju kemiskinan.
Tinggal pilihan mana jalan yang akan kita lalui.”
”Banyaklah berdoa kepada Allah, agar kita selalu diberikan
petunjuk tuk selalu memilih jalan benar menurut-Nya.”
-----------------------------------
Sahabatku, mungkin sering tepintas dalam pikirian kita
tentang peristiwa tersebut. Mungkin juga, ada perbedaan dalam memahami hakekat
suatu takdir.
Akan tetapi yang jelas pastinya, kita tidak mengetahui
bagaimana takdir kita besok (jangan percaya sama ramalan ya! Bisa-bisa syirik
kita ^^).
Kita hanya berusaha dan optimis untuk menjadikan takdir kita
menjadi takdir yang baik, karena Allah tidak akan merubah suatu kaum sebelum
mereka merubahnya sendiri.
Jadi, optimislah! Dan berusahalah untuk menjalani kehidupan
ini dengan perbuatan dan amalan yang terbaik. Tentunya dengan mengharap
ridho-Nya saja.
Gue Punya SOal kimia Analitik nih,,, monggo di coba
1. Buatlah perhitungan apakah memungkinkan untuk memisahkan ion Ca2+ dan Mg2+ jika keduanya terdapat dalam larutan masing-masing sebanyak 0,01M dengan menambahkan agen pengendap OH-, diketahui Ksp Mg(OH)2 7,1x 10–12 Ca(OH)2 6,5x 10–6...
berikut jawabannya :
Dilihat dari besarnya Ksp, maka Mg(OH)2 akan lebih dahulu mengendap. Pada saat 99,99% Mg(OH)2
mengendap, berarti tersisa 0,01% Mg2+ di dalam larutan, besarnya [OH-] dapat dihitung:
[Mg2+ ] = 10-6M
Ksp Mg(OH)2= [Mg2+ ][OH-]2
[OH-]2 = 7,1x 10–12 /10-6=0,0000071
[OH-] =0,00266
Pada saat Mg mengendap, [OH-]=0,00266 M. Jumlah itu dimasukkan ke dalam Ksp Ca(OH)2 untuk mengetahui
apakah Ca juga mengendap.
Q = [Ca2+ ][OH-]2
Q = 0,01 (0,00266)2= 0,000000071=7,1x 10-8
Ksp Ca(OH)2 = 6,5x 10–6
Q < Ksp Ca(OH)2
Berarti pada saat semua Mg mengendap, Ca belum mengendap. Jadi memungkinkan untuk melakukan
pemisahan keduanya dengan menambahkan OH- sebagai agen pengendap
1. Buatlah perhitungan apakah memungkinkan untuk memisahkan ion Ca2+ dan Mg2+ jika keduanya terdapat dalam larutan masing-masing sebanyak 0,01M dengan menambahkan agen pengendap OH-, diketahui Ksp Mg(OH)2 7,1x 10–12 Ca(OH)2 6,5x 10–6...
berikut jawabannya :
Dilihat dari besarnya Ksp, maka Mg(OH)2 akan lebih dahulu mengendap. Pada saat 99,99% Mg(OH)2
mengendap, berarti tersisa 0,01% Mg2+ di dalam larutan, besarnya [OH-] dapat dihitung:
[Mg2+ ] = 10-6M
Ksp Mg(OH)2= [Mg2+ ][OH-]2
[OH-]2 = 7,1x 10–12 /10-6=0,0000071
[OH-] =0,00266
Pada saat Mg mengendap, [OH-]=0,00266 M. Jumlah itu dimasukkan ke dalam Ksp Ca(OH)2 untuk mengetahui
apakah Ca juga mengendap.
Q = [Ca2+ ][OH-]2
Q = 0,01 (0,00266)2= 0,000000071=7,1x 10-8
Ksp Ca(OH)2 = 6,5x 10–6
Q < Ksp Ca(OH)2
Berarti pada saat semua Mg mengendap, Ca belum mengendap. Jadi memungkinkan untuk melakukan
pemisahan keduanya dengan menambahkan OH- sebagai agen pengendap
Berikut ini yang harus kalian perhatikan :
1.Nilai Rapor
Nilai rapor menjadi salah satu penilian SNMPTN, nilai rapor yang biasanya digunakan untuk penilaian SNMPTN 2015 adalah nilai yang diUNkan. Tergantung jurusan ketika di SMA. Sehingga, untuk masuk program studi tertentu di sebuah PTN harus memperhatikan nilai Rapot ketika SMA.
2.Nilai Per Mata Pelajaran
Ketika akan mengikuti SNMPTN, perhatikan juga nilai-nilai yang akan dipertimbangkan ke suatu jurusan, selain itu pertimbangkan juga nilai anda dengan nilai teman anda sendiri. Jika anda memilih jurusan yang sama, namun nilai anda lebih kecil dari teman anda, tolong pertimbangkan untuk memilih jurusan tersebut. Bisa jadi nilai anda tidak dapat bersaing dengan nilai teman anda.
3.Konsisten
Konsisten yang dimaksudkan disini adalah, siswa tersebut dari mulai semester 1 hingga semester 5 nilai harus minimalnya masuk jajaran 50% jurusan (IPA, IPS, atau Bahasa) terbaik di sekolah. Karena konsistensi nilai juga akan sangat mempengaruhi penilaian di SNMPTN.
4.Nilai Ujian Nasional
Tahun 2013 nilai ujian nasional tidak menjadi dasar penilaian untuk masuk sebuah perguruan tinggi melalui jalur SNMPTN, namun hanya kelulusan UN yang menjadi salah satu faktor kelulusan SNMPTN. Di tahun 2014, SNMPTN mempertimbangkan nilai UN untuk masuk ke sebuah PTN. Sehingga, siswa harus benar-benar mempersiapakan UN dengan matang.
5.Prestasi Non Akademik
Prestasi non akademik juga akan menjadi pertimbangan PTN untuk menerima calon mahasiswanya. Prestasi yang akan dimabil adalah minimal juara 3 tingkat kabupaten, baik itu kegiatan seni, olahraga, olimpiade dan lain sebagainya. Siswa hanya boleh mengupload 3 scan prestasi terbaiknya di pendaftaran SNMPTN 2015.
6.Akreditasi Sekolah
Prestasi sekolah di ajang-ajang tertentu juga menajdi salah satu faktor kelulusan SNMPTN 2015. Selain itu nilai dan peringkat akreditasi pun menjadi salah satu pertimbangan sebuah PTN untuk meloloskan siswa sekolah tersebut.
7.Prioritas Pemilihan Jurusan
Hati-hati dalam menempatkan pemilihan jurusan. Prioritas penempatan pemilihan jurusan pun akan menjadi dasar penentuan lolosnya SNMPTN. Ketika anda memilih sebuah jurusan, namun ketika jurusan itu daya tampungnya sedikit sedangkan peminatnya banyak, itu akan menjadi persaingan yang sangat ketat.
8.Jumlah Alumni di PTN tempat Mendaftar
Jangan kira alumni sekolah anda juga tidak menjadi salah satu aspek kelulusan SNMPTN. PTN akan mempertimbangkan Track Record alumni sekolah di PTN tempat anda mendaftar. Sehingga semakin banyak alumni yang ada di sebuah PTN akan menjadi salah satu factor penentu kelolosan SNMPTN
9.Aturan Khusus PTN
Perhatikan juga aturan khusus jika akan masuk ke sebuah PTN, missal jurusan Psikologi Unpad hanya menerima calon mahasiswa nya dari lulusan program IPA. Tidak seperti di PTN lainnya, Psikologi masuk ke Program Studi rumpun social.
sekian, semoga bermanfaat!


