National Ambient Air Quality Standards (NAAQS’s) Amerika Serikat
menyebutkan, ada enam kriteria polutan dalam udara yang terdiri dari lima
kriteria polutan udara primer (yang diemisikan langsung) dan satu kategori
polutan udara sekunder (dibentuk di atmosfer terendah oleh reaksi kimiawi
diantara polutan primer). Berikut ini termasuk ke dalam lima kriteria polutan
primer, yaitu : particulate matter
(PM) yang mempunyai diameter kurang dari 10 µm, SO2, NO2,
CO dan partikulat timbal. Apabila terjadi peningkatan kadar bahan-bahan
tersebut di udara ambien yang melebihi nilai baku mutu udara ambien yang telah
ditetapkan dapat menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan. Gangguan kesehatan
tersebut antara lain dapat berupa keluhan pada mata (mata terasa pedas dan
berair), radang saluran penapasan, sembab paru, bronchitis menahun, emfisema
ataupun kelainan paru menahun lainnya.
Perkembangan
industri gula di Indonesia yang bertumbuh pesat selain berdampak positif bagi
pendapatan negara dan kesejahteraan rakyat, juga berdampak negatif terhadap
kesehatan karena berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan misalnya asap dan
debu dari industri yang dapat mencemari udara. Limbah yang dihasilkan oleh
pabrik gula ini menjadi salah satu permasalahan karena dapat memberikan dampak
negatif terhadap lingkungan. ( Saeni, 1998)
Pencemaran
udara dari pabrik gula berupa asap dan debu, yang dapat menyebabkan sejumlah
penyakit pernafasan seperti infeksi saluran pernafasan pada manusia disekitar
pabrik tersebut, iritasi mata dan lainnya. Limbah gas meliputi gas cerobong
ketel dan gas belerang dioksida (SO2) dari cerobong reaktor pemurnian
cara sulfinasi. Limbah pabrik gula tersebut perlu ditangani dengan seksama dan
serius agar tidak mencemari lingkungan.
Selama ini terdapat beberapa
teknologi pencemaran udara yang sudah diaplikasikan di industri, namun
teknologi-teknologi tersebut memiliki kekurangan dan harganya cukup mahal.
Teknologi yang paling umum digunakan untuk pencemaran udara adalah Wet Scrubber. Wet Srubber ini
menggunakan konsep water spray untuk
mengurangi partikel debu dan gas buang yang dihasilkan oleh pembakaran pada
ketel uap. Namun alat wet srubber ini memiliki beberapa kekurangan diantaranya
kebutuhan power tinggi yang berpengaruh pada biaya operasi, masalah korosi dan
masalah pembuangan air yang bisa mencemari lingkungan.
Berdasarkan
dari permasalahan diatas, tiga mahasiswa dari Institut Teknologi Sepuluh
Nopember, yaitu Muhammad Syifaut Tamam (Teknik Material), Mar’I Muchammad
(Teknik Material) dan Muhammad Farhan Rais Adlian Falah (Teknik Mesin) yang
dibimbing oleh Ibu Dr. Widyastuti. S.Si, M.Si menciptakan inovasi alat
pemurnian gas dan cair dengan memanfaatkan limbah ampas tebu sebagai karbon
aktif yang diberi nama WASTE FILTER TUBE. Diharapkan
dengan adanya alat Waste Filter Tube ini
bisa mengurangi pencemaran gas buang yang dihasilkan oleh proses produksi
pabrik gula secara efektif dan efisien.
Waste Filter
Tube merupakan inovasi dari Wet Scrubber, dimana Wet Scrubber sendiri adalah
salah satu jenis air pollution control
yang berfungsi menyaring partikel debu dan gas buang sebelum dikeluarkan ke lingkungan. Dalam
industri, alat ini biasa ditempatkan sebelum cerobong asap, sehingga gas buang
yang dikeluarkan dapat terminimalisir keberadaanya. Namun kekurangan alat ini
tidak bisa menghilangkan bau dari gas buang tersebut serta air yang bercampur
dengan gas dan partikel debu dapat mencemari lingkungan.
Inovasi dari alat Waste Filter Tube ini
diberikan tambahan karbon aktif sebagai modifikasi adsorben yang telah
diaktivasi sesuai dengan kandungan gas buang yang ingin direduksi kadarnya.
Kami memanfaatkan limbah padat yang berupa ampas tebu untuk dijadikan karbon
aktif. Waste Filter Tube ini memiliki 2 wadah adsorpsi untuk tempat
karbon aktif ampas tebu yang terletak di bagian atas dan bawah dan diantara
wadah tersebut terdapat shower yang berfungsi sebagai water spray. Wadah atas
berfungsi untuk mengurangi bau sekaligus kadar gas buang sedangkan wadah bawah
berfungsi untuk menfilter air yang bercampur dengan gas dan partikel debu.
Dalampenerapannya, gas yang bercampur dengan partikel debu hasil pembakaran
pada boiler akan masuk melalui gas inlet. Setelah itu, gas tersebut akan di
semprot oleh air dengan konsep water
spray menggunakan shower yang sudah kami desain bisa meratakan semprotan.
Sedangkan air yang bercampur dengan gas dan partikel debu tersebut jatuh
kemudian akan di adsorpsi dengan karbon aktif dari ampas tebu sehingga air yang
tercemar tersebut menjadi bersih kembali
dan siap untuk digunakan lagi sebagai air semprotan. Kemudian gas dan partikel
debu yang masih lolos dari proses semprotan air tadi akan di adsorpsi oleh karbon
aktif sehingga bau dan kadar gas bisa berkurang dan gas tersebut di keluarkan
melalui gas outlet dengan kondisi yang sudah tidak mencemari lingkungan.“ Ujar
Tamam mahasiswa asal Gresik
Pengujian dari alat ini kami simulasikan dari
pembakaran buatan berupa ampas tebu yang dapat mewakili pembakaran pada boiler
pabrik gula dengan bahan bakar ampas tebu, kemudian kami rasio persentase kadar
gas buang pabrik gula berdasarkan dengan data yang kami dapatkan pada salah
satu pabrik gula PTPN X yakni Pabrik Gula Pesantren Baru, Kediri. Dengan adanya
alat Waste Filter tube ini diharapkan gas buang hasil pembakaran tidak
mencemari lingkungan.
0 comments:
Posting Komentar