The ART of
KAHLIL GIBRAN
Oleh : M Syifaut Tamam
Kehidupan dan
cinta. Antara kelembutan dan kerapuhan yang tersentuh oleh Sang Pencipta.
Dengan ketulusan , penyair dan seniman Lebanon mengungkapkan dalam sebuah
reaksi mistis kedalaman dan esensi kehidupan. Kahlil Gibran, siapa yang tak
mengenal dia? Dia adalah seorang pujangga besar, yang terkenal karena
kepandaiannya dalam merangkai kata-kata indah. Puisi- puisi dan esai-esainya
yang puitis menjadi sumber inspirasi yang tak pernah kering di kalangan sastrawan,
penyair, penggubah lagu, kalangan agama dan masyarakat pada umumnya. Meski
hidup Gibran relative tak lama di dunia ini, namun karya-karya indah Kahlil
Gibran telah memperkaya dunia sastra. Sebagai sastrawan beraliran romantic,
Gibran merupakan penyair dengan karya-karya yang mencerminkan perpaduan antara
budaya Timur dan Barat, penuh dengan analogi. Puisinya menonjol karena
penggunaan bahasa formal, juga pandangan-pandangan tentang topic-topik
kehidupan yang menggunakan istilah spiritual.
Kahlil Gibran
lahir pada tanggal 6 Januari 1883 di Beshari, Lebanon. Ibunya Kamila Rahmeh
berusia 30 tahun ketika mengandung Gibran dari suami ketiga, Khalil Gibran yang
terbukti tidak bertanggung jawab yang membawa keluarganya jatuh miskin.
Keluarga Kamila memiliki latar belakang religious yang baik. Dia juga sosok
yang memiliki kemamuan kuat, yang kemudian membuat ibu yang tidak berpendidikan
itu hijrah ke Amerika Serikat demi memperbaiki kehidupan keluarganya yang terus
menerus didera kemiskinan. Gibran adalah seorang anak yang suka menyendiri dan
merenung. Ayah Gibran bukanlah pemberi nafkah yang baik. Dia suka minuman keras
dan berjudi. Dia sebagai pemungut pajak, tapi kemudian dia ditangkap karena
penggelapan.
Ketrampilan
Gibran dalam menggambar dengan jiwa sudah terbina sejak belia. Di usia enam
tahun, Gibran mengabadikan pohon yang tumbuh dekat dari rumahnya dalam keadaan
berdarah. Dia juga membuat sket kolom kayu yang mengangkat kosmos di lembah
suci. Gibran tumbuh menjadi seorang pelopor reformasi sosial yang berdampak
nyata dalam negerinya Lebanon. Dia menjadi sangat kritis baik terhadap
kenyataan sosial di negerinya maupun terhadap agama. Dia banyak melancarkan
kritik sosial yang sangat tajam melalui tulisan-tulisannya. Dia telah
menyampaikan ajaran tentang berbagai hal dalam kehidupan, mulai dari cinta,
pernikahan, anak, memberi, makan dan minum, kerja, kegembiraan dan laini-lain.
dia sangat terinspirasi dengan ajaran-ajaran yang diberikan oleh ibunya tentang
kemanusiaan.
Waktu yang terus
berjalan membawa Gibran terus berkarya hingga titik akhir. Pikiran yang terus
berkelana, jiwa yang terbang tak berujung, tak diimbangi dengan fisik yang
terus terkoyak. Fisiknya tak terjaga. Tubuhnya rapuh, dan kesehatannya telah
terbengkalai. Pada tanggal 10 April 1931 jam 11 malam, Gibran meninggal dunia.
Tubuhnya memang telah lama digerogoti sirosis hepatitis dan tuberkolosis, tapi
selama itu pula dia menolak untuk dirawat di rumah sakit.
Tulisan-tulisan
Gibran telah membawa terang, kehangatan, dan sukacita bagi ribuan hati dan
ribuan jiwa. Dan bagaimanpun juga, dua cita0cita yang dituliskan , anatara
keindahan dan kebenaran lebih nyata daripada yang nyata. Dua sisi dari koin
yang sama yang dibawa Gibran hinga akhir hayat, sensibilitas dan kesempurnaan
yang paling dalam. Nilai rasa yang bersemayam dan berkembang dalam jiwa Gibran,
sebenarnya sudah terpuruk sedari kecil, bayangan tentang imajinasi dan
kehidupan sudah sangat dekat dengan lingkungan hidupnya. Dia bicara tentang apa
saja yang sekiranya dia anggap penting bagi kehidupan manusia, mulai dari
cinta, pernikahan, pengasuhan anak, memberi, makan, dan minum dan lain-lainnya.
Bisa dipahami kalau dia tertarik pada banyak hal karena sejak anak-anak dia
sudah mengalami dan bersentuhan dengan berbagai masalah, mulai dari perilaku
ayahnya yang suka judi dan mabuk-mabukkan, pertentangan antar agama,
kemiskinan, penindasan dan sebagainya. Hasil perenungannya terhadap berbagai
masalah inilah yang kemudian menghasilkan ajaran moral seperti yang dia
nyatakan dalam buku-bukunya. Dalam berbagai bukunya, Gibran telah menyampaikan
pandangannya tentang berbagai hal dalam kehidupan , dari kelahiran, ketuhanan
hingga kematian.
Metode yang
digunakan Gibran adalah menggunakan metafora-metafora yang sagat indah dan
bermakna sangat dalam dan tajam. Metafora-metafora yang terdapat dalam puisi
tersebut membantu pembaca agar dapat menyamakan persepsi dalam memahami untaian
kata demi kata. Dengan metafora yang terdapat dalam puisi ini memberikan arahan
yang lebih spesifik bagaimana seharusnya dan bagaimana sebaiknya selaku orang
tua.

0 comments:
Posting Komentar