Sekali Ilmuwan Tetap Ilmuwan

      Jumpa lagi dengan admin , sebelumnya saya minta maaf belum bisa memposting Pembahasan soal OSK Kimia 2015 dikarenakan ada UAS nih. Oke, sebagai gantinya saya akan menyediakan sedikit artikel mengenai ilmuwan nih... hehehe . siapa yang pingin jadi Ilmuwan??? 


     Seorang guru besar matematika di Fakultas Pertanian Bogor pada pertengahan tahun-tahun 50-an tersesat di bandung dengan dua orang guru besar lainnya. Ketinganya bangsa Belanda dan tidak dapat berbahasa Indonesia, apa lagi berbahasa Sunda. Untuk menanyakan arah yang benar kepada orang di tepi jalan dengan demikian bukanlah pekerjaan mudah. Karena itu terdiam sebentar sang guru besar matematika itu bertanya kepada kedua orang rekannya, apakah mereka tahu bagaimana bentuk denah kota Bandung. kalau bentuknya memanjang, ada gunanya untuk mencoba-coba sendiri menemukan jalan yang benar, sebab kalau setelah menempuh satu arah tempat yang dituju tidak ditemukan juga, pasti arah yang benar adalah arah kebalikannya. lain halnya kalau bentuk  Bandung bundar seperti lingkaran. kalau diketahui kemudian nahwa arah yang ditempuh salah, masih banyak lagi arah-arah yang lain yang harus di coba.Dalam hal seperti ini katanya lebih baik berusaha bertanya kepada orang di tepi jalan walaupun harus dengan menggunakan bahasa Tarzan. Sang guru besar matematika itu telah berusaha berpegang pada prinsip pengambilan keputusan secara kuantitatif dengan menggunakan apa yang disebut sebagai fungsi kerugian. kalau peluang menempuh arah yang salah sama dengan setengah, seperti pada kasus kota yang bentuknya memanjang, lebih baik mengambil resiko berbuat salah dengan menempuh arah yang salah daripada berusaha menerangkan dengan bahasa Tarzan apa yang ingin diketahui dari orang ditepi jalan tentang arah tujuan yang benar. kebalikannya, kalau kota bandung berbentuk melingkar, peluang menemukan arah yang benar dengan cara coba-coba sangat kecil sehinnga kerugian karena kemubaziran membuang waktu menjadi besar. pada keadaan seperti itu lebih menguntungkan mencoba bertanya-tanya dengan bahasa Tarzan kepada orang yang sedang duduk-duduk di tepi jalan. yang dianggap aneh oleh orang awam itu dengan demikian sebenarnya hanyalah ketaatazasannya menerapkan prinsip ilmiah yang dianutnya terhadap permasalahan yang dihadapinya sehari-hari.


     Dengan demikian di dalam kamus perilaku seorang ilmuwan sejati tidak akan ada tindakannya yang akan dilakukannya bertentangan dengan pengetahuan yang telah dihayatinya. apabila ada misalnya seorang ilmuwan fisika, ia tidak akan mengebut dengan kendaraannya di jalan tol Manyar dengan kecepatan 200 km/jam membuntuti sebuah bus dua meter dibelakang ekornya. pengetahuannya tentang kinematika akan mengetakan kepadanya bahwa pada kecepatan seperti itu ia tidak mungkin mempunyai waktu cukup untuk melambatkan laju kendaraanya apabila bus di depannya tiba-tiba menghadapi suatu hambatan.


       banyak orang yang mengemudi mobil yang bagus dan baru selalu mengekor di belakang kendaraan lain dengan kecepatan tinggi itu di jalan Tol manyar. banyak pula diantara mereka itu yang menguasai fisika dengan baik, tetapi tidak menerapkannya seewaktu mengemudi orang Awam tidak menganggap mereka aneh bahkan menilai mereka itu sebagai pemberani. akan tetapi, dari segi perilaku  mereka tidak dapat digolongkan sebagai seorang ilmuwan sejati walaupun misalnya mereka itu bergelar sarjana dalam bidang pengetahuan alam.


          Demikian sedikit penjabaran mengenai beberapa tingkah laku seorang ilmuwan. Seorang ilmuwan selalu memegang prinsip mereka serta selalu melandaskan dengan fakta yang benar ketika mengemukakan hasil pengamaannya..  semoga artikel yang sedikit diatas menambah pengetahuan kita tentang tingkah laku ilmuwan... sayonara kawan.....



Image result for ilmuwan dunia

2 comments:

Aldi Rahman mengatakan...

keren gan, jadi ilmuwan selalu memegang prinsp, dan mengemukakan hasil pengamatannya berlandaskan fakta, saya mau jadi ilmuwan juga, hehe.. ^^

M Syifaut Tamam mengatakan...

that's Right